Video - Khitanan masal dan pengobatan gratis 2015

Khitanan masal yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari raya Yatim diikuti oleh 75 peserta dan pengobatan gratis yang diikuti oleh sekitar 400 pasien, dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2015 di Pondok pesantren Ahlus-shofa Wal-Wafa desa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo. berikut ni adalah video dokumentasinya.

KHITANAN MASAL DAN PENGOBATAN GRATIS 2015


10 Muharram merupakan hari yang paling bersejarah bagi umat islam di belahan bumi ini. Banyak pristiwa dan kejadian masa lampu yang bisa kita refleksikan untuk kehidupan masa kini. Semua kejadian dan peristiwa yang terjadi di masa lampu mempunya maksud dan tujuan yang senantiasa bisa kita ambil sebagai suri tauladan. Bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1437H, yang dimana merupakan peringgatan hari raya anak yatim piatu kami selaku lembaga sosial yang bergerak dalam penyantunan yatim piatu dan dhu’afa “lembaga Penyantunan yatim Piatu dan Dhu’afa Ahlus-Shofa Wal-Wafa Wonoayu telah menyyelenggarakan kegiatan sosial berupa Khitanan masal dan penggobatan gratis adapun tema yang diusung dalam kegiatan tahun ini adalah “Semangat Muharram untuk berhijrah dan berbagi kepada sesama sebagai wujud kepedulian sosial berdasarkan sunnah Rasulullah Muhammad SAW”.  
Tema ini kami ambil sebagai motivasi bagi kami khususnya dan bagi masyarakat umumnya untuk senantiasa saling berbagi antar sesama. Khitanan masal dan pengobatan gratis ini kami adakan pada hari minggu tanggal 25 Oktober 2015 dengan diikuti oleh 75 peserta khitan masal dan dihadiri oleh 250 warga yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang mayoritas berdomisili di wilayah sidoarjo gresik, mojokerto dan surabaya. Tidak hanya sampai disitu saja, ada hal yang berbeda dalam penggobatan gratis kali ini. Di tahun ini kami lembaga penyantunan yatim piatu dan dhuafa Ahlus-Shofa Wal-Wafa dengan Team Walima (Waktunya Peduli Sesama)-nya mencoba untuk menfasilitasi sorang bayi perempuan munggil berusia 10 bulan yang bernama Sasa untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Perlu kita ketahui bersama bahwa adik Sasa ini sejak lahir telah menderita hidrosefalus (pembesaran ukuran kepala disebabkan oleh cairan). tak lupa ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada GKI(Gereja Kristen Indonesia) Sidoarjo dan Residen Sudirman Surabaya yang telah bahu membahu membantu baik secara moril maupun material dengan menerjunkan tim kesehatannya sehingga acara ini terlaksana dengan lancar berikut juga para tokoh lintas iman yang senantiasa bergandeng tangan bersama menciptakan pelangi kemanusiaan atas nama cinta kasih tuhan semoga kerjasama ini selalu mendapatkan Ridho dan Bimbingan dari Allah Tuhan Yang maha Kuasa sehingga dikemudian hari mampu kita jadikan teladan untuk salaing berbagi antar sesama menuju indonesia yang berbhineka. Aamin . Walima(Waktunya Peduli sesama) Walima Jaya.... (Red)



Idul Adha dan Domba di Hati Kita

Idul Adha yang kita peringati setiap tahun mempunyai penafsiran yang hakiki sebagai perwujudan sikap ketawadhu’an  manusia terhadap Allah SWT sebagai sang Pencipta dengan Penuh Totalitas. Idhul Adha sering juga kita maknai sebagai momen pengorbanan diri yang sebesar-besarnya serti peniadaan pamrih setinggi-tingginya.
Nabi Ibrahim AS beserta putranya Ismail merupakan tauladan dalam perwujudan kepasrahan diri kepada Allah SWT serta simbol kemenangan terhadap perang melawan hawa nafsu dan sifat keakuan. Kita sering berpendapat bahwa apa yang telah terjadi oleh Ibrahim beserta ismail putranya adalah semata-mata karena beliau merupakan seorang nabi dan rasul sehingga diberikan ketabahan, keihklasan serta iman yang luar biasa kuatnya oleh Allah SWT. Kita sering melupakan faktor kemanusiaan dari nurani seorang Ayah dan Anak. Lantas bagaimana jika kita semua dihadapkan dalam kondisi yang sama ?.
Pada dasarnya peristiwa Nabi Ibrahim AS. Dan Ismail As. Merupakan suatu peristiwan dari masa lalu yang patutnya kita jadikan sumber refernsi yang baik dan pelajaran bagi generasi selanjutnya. Ya tentu saja kita-kita yang hidup dalam kondisi yang carut marut, tentu peristiwa ini patut kita jadikan  Sebagai refleksi diri untuk mampu bersikap dalam kondisi modern saat ini.
Lantas, seperti apakah sikap perwujudan kurban yang selayaknya kita pahami sesuai deng kondisi dunia saat ini?, apakah dengan pengorbanan yang tak pernah kita nikamti manfaatnya sebagai perwujudan kerelaan tertinggi atas rakyat terhadap negaranya?, ataukah sudah cukup untuk mengorbankan seekor domba, atau kambing, atau sapi saja?, ataukah cukup patungan untuk membeli kambing dan menjadi lunaslah kewajiban berkorban kita kepada Allah SWT?. Tentu bukanlah itu semua. Yang kita harapkan adalah berkurban dengan penuh kesadaran tinggi atas keimanan yang penuh dan bukan pada seremonial belaka.
Allah Tidak pernah butuh apa saja yang kita korbankan. Bahkan diri kita pun Allah tidak pernah butuh. Tuhan tidak butuh apapun karena Dia mampu menciptakan apapun yang lebih indah dalam hitungan detik yang tak terhingga.
Jadi kambing kita, domba kita dan sapi kita akan kita larikan kemana? Yang pastilah tidak kemana-mana. Selain lari pada yang membutuhkan jika beruntung pasti akan tiba pada keridhoan Allah SWT. Tapi percayalah bahwa esensi kurban sesungguhnya bukanlah itu. Idul kurban yang kita laksanakan  setiap 10 Dzulhijjah tidak menjadi jaminan bahwa kita tidak mengorbankah hak-hak orang lain lebih lebih hak-hak Allah Azza wajalla dalam 363 hari lainnya. Bagaimana kita mempertanggung jawabkan itu kepada tuhan sebagai seorang pemimpin yang rahmatan lil alamin?
Sesungguhnya domba, kambing atau sapi itu adalah hakikatnya  kita sendiri. (jangan tersinggung ya ..). jika ada yang harus dikorbankan seharusnya ya diri kita sendiri tentunya, gaya hidup kita, mentalitas kita, keimanan kita dan tanggung jawab sosial kita terhadap masyarakat sekitar kita yang juga tak beranjak dari derajat prilaku kambing, domba ataupun sapi.
Lantas ada apa dengan prilaku kambing, domba dan sapi? Kenapa kita kaitkan dengan prilaku kita dalam berkurban ?. Kambing, domba dan sapi yang tak pernah kenyang dan selalu ingin merebut hak milik/kepunyaan orang lain. Yang merasa cukup menjadi orang baik sehingga tak mau menerima saran dan kritik dari orang lain, merasa benar sendiri sehingga cenderung menyalahkan orang lain, mengetahui yang benar tapi tidak mau menjalankannya, tak punya malu terutama untuk memanjakan nafsu, serta apa saja yang berruang duniawi semata dan tidak sejati.
Jika kita mampu dewasa dalam manajemen pengorbanan nafsu rendah macam diatas, lalu istiqomah pada jalanNya, maka tidaklah menajdi persoalan kita kita akan berkorban dengan kambing, domba maupun sapi. Saat itulah kita tak pernah lagi mempertimbangkan untung rugi dalam berniaga dengan Allah karena hakikat dari pemberian di jalan Allah adalah penerimaan dengan jumlah jauh lebih besar. Semoga kita digolongkan utuk menjadi manusia yang mempuyai kesadaran tinggi dan terbebas dari nafsu domba, kambing ataupun sapi. Amin. (diadopsi dari buku Tuhan sang Penggoda by M Arief Budiman)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1436 H



Segenap Pengurus Walima Lembaga Penyantunan yatim Piatu dan Dhu'afa Ahlus-Shofa Wal-Wafa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1Syawal 1436H Mohon maaf atas segala khilaf dan salah. Semoga kedepan Walima selalu memberikan yang terbaik untuk peduli sesama... Terima kasih atas setiap dukunganNya

[Video] Walima Berbagi kasih di Bulan Suci Ramadhan 1436 H


   

Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan atas setiap kenikmatan dan penyertaan Allah SWT sehingga kami team WALIMA dari Lembaga penyantunan Yatim piatu dan dhu'afa Ahlus-Shofa Wal-Wafa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo dapat melaksanakan Acara Berbagi Kasih di bulan Suci Ramadhan 1436 H. Rangkaian acara ini merupakan program tahunan lembaga ini yang berisi Buka bersama 250 yatim dan dhuafa dan di lanjutkan dengan pembagian bingkisan lebaran dan uang saku. Rangkaian acara berbagi kasih ini tentu tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari segala pihak khususnya para donatur dan simpatisan. oleh karena itu dalam kesempatan ini ijinkan kami untuk menyampaikan beribu terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas segala partsipasi dan dukungan bapak ibu donatur sekalian. semoga allah mencatatnya sebagai Amal sholeh.... Aamin Ya Rabb ..

Istiqomah Reboan Agung

Istiqomah Reboan Agung - Wahai anakku, ingatlah kepada Allah Azza wa Jalla, pertama dengan Hati kemudian dengan jiwa. Ingatlah kepada Allah dengan hatimu seribu kali dan dengan lisanmu cukup sekali. Ingatlah pada Dia pada saat datang bencana dengan kesabaran. Pada saat datang dunia dengan cara meninggalkannya. Pada saat datang Allah dengan cara meng-Esa-kanNya dan pada saat datang yang selain Diri-Nya dengan berpaling dari semua nya. 
Apabila engkau membiarkan tali kendali nafsumu bebas, niscaya engkau akan rakus. Oleh karena itu, cambuklah nafsumu dengan menahan diri dan tinggakanlah omongan orang. Mengingat mati akan membersihkan hatimu dan membenci dunia, penutup hatimu akan terbuka sehingga engkau akan melihat bahwa mahluk itu semuanya fana (rusak), binasa dan lemah. Mahluk tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan kemudaratan maupun kemanfaatan. (dikutip dari "Percikan cahaya Ilahi" karya Syaikh Abdul Qadir Jailani, halaman 294-295).

Berbuka Puasa & Berbagi Kasih 1436 H (13 juli 2015)

Rasa gembira meliputi hati segenap kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, karena akan datang bulan yang amat dirindukan yakni, bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Dimana di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an dan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. 

Ramadhan juga merupakan bulan yang disyari’atkan di dalamnya ibadah shaum (puasa), ibadah yang diserukan oleh Allah SWT “khusus” untuk orang yang beriman. (Al Baqarah: 183). Pada bulan Ramadhan amalan ibadah yang dikerjakan hamba akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. 

Kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan tidak dibuat berlalu begitu saja. Karena bulan ini sangat istimewa, dimana setiap amal manusia untuk dirinya kecuali puasa, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut : 

“Setiap amal Manusia untuk dirinya kecuali puasa. Sungguh puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.”[HR. Bukhari Muslim] 

Hanya karena kasih sayang Allah SWT kita dapat kembali menikmati Ramadhan. Menikmati kesempatan meraih berkah, rahmat, dan maghfirahNya yang semakin melimpah di bulan penuh hidayah ini. Salah satu cara mensyukurinya adalah dengan berusaha mengisinya dengan sebaik-baik amal, tentu dengan memohon kepadaNya agar kita diberikan kekuatan. 

Inilah peluang dari semua peluang. Inilah saat yang tepat untuk membuktikan kebenaran firman Allah: 
Siapa yang melakukan perbuatan yang baik, dari laki-laki dan wanita, dan dia itu beriman, niscaya Kami akan memberinya kehidupan yang baik, dan Kami akan balas mereka dengan pahala yang baik sebaik apa yang pernah mereka lakukan. ( Q.S. An- Nahl : 97). 

Berkaitan dengan bulan Ramadhan ini, demi peningkatan kualitas ibadah puasa kita dan sebagai bukti nyata kepedulian kita terhadap sesama khususnya anak yatim piatu & dhuafa maka kami berniat mengadakan program “Berbagi Kasih di Bulan Suci”. 

Berbagi kasih di bulan suci merupakan program kerja sosial yang mana Lembaga Penyantunan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa “Ahlus-Shofa wal-Wafa” beserta para donatur dan dermawan akan berbagi kebahagiaan kepada para anak yatim dan dhuafa melalui buka bersama dan pembagian paket/bingkisan lebaran plus uang saku. Dalam mewujudkan kegiatan tersebut tentunya kami tak lepas dari peran serta para donatur sekalian yang telah bersama-sama membantu kami untuk memperjuangkan masa depan kehidupan anak-anak yatim piatu dan dhuafa.

Mari salurkan donasi anda memalui call center walima 0811-3620-920 (Onie)