Showing posts with label Artikel. Show all posts
Sejuta Harapan Rasya – Perjuangan Masih Berlanjut
Proses Operasi Rasya di RS St. Elisabeth Semarang, Alhamdulillah, Pada hari sabtu (30/01/2016) telah dilakukan tindakan operasi hidrosefalus kepada adik Rasya yang bertempat di Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang. Proses operasi yang dipimpin langsung oleh dokter spesialis beda syaraf Dr. HM. Amanullah, HM, Sp.BS. ini berjalan lancar. Proses operasi ini sendiri dilakukan di semarang bekerja sama dengan “Wisma Kasih Bunda”, sebuah rumah singgah yang khusus mendedikasikan diri untuk membantu kepada sesama, rumah singgah ini didirikan oleh Bunda Anne Avantie, beliau merupakan seorang desainer terkenal Indonesia. Rumah singgah ini berdiri di tahun 2002. Pada awal berdirinya, rumah singgah ini diperuntukkan untuk penderita Hidrosefalus, namun seiring dengan perkembangannya sejak tahun 2005 pelayanan wisma ini berkembang bukan hanya sebagai rumah singgah untuk para penderita hidrosefalus saja akan tetapi berkembang untuk melayani anak-anak penderita tumor, bibir sumbing dan penderita cacat lainnya. Proses Pasca Operasi Rasya, Setelah satu minggu lebih proses operasi berlalu, namun proses terapi/observasi pasca operasi masih terus dilakukan untuk memantau perkembangan Rasya dan Alhamdulillah setelah dilakukan pemeriksaan terakhir pada hari kamis tanggal 11 pebruari 2016 Rasya mendapatkan perkembangan yang sanggat signifikan, Yang dimana sebelum dilakukan tindakan operasi diameter kepala rasya hampir mencapai 60 cm kini telah menyusut, hali ini disebabkan karena cairan yang ada dikepala telah dialirkan menuju lambung. Proses Penjemputan Rasya oleh Team Walima, Sehari sebelumnya tepatnya pada hari Rabu (10/02/2016) beberapa team walima sudah bersiap untuk menjemput Rasya, Ibu dan neneknya. Dari sidoarjo kami berangkat pukul 22.00 WIB dengan menggunakan mobil dan ditemani oleh hujan sepanjang perjalanan kami menuju semarang. Setelah menempuh perjalanan ±10 jam kami sampai di Semarang tepatnya di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Sanggung Barat 3B Semarang tersebut tampak lengang. Dari bentuknya rumah tersebut tak berbeda dari rumah-rumah di sekitarnya. Namun ada yang sedikit membedakan di depan rumah itu ada tulisan cukup mencolok “Wisma Kasih Bunda, Pelayanan Kasih Hydrocephalus”. Di halaman rumah itu yang tidak terlalu luas tersebut mempunyai suasana yang hening dan damai. Suasana hening tiba-tiba dipecahkan oleh suara tangis bayi dari dalam rumah, saat kami datang kondisi wisma masih sepi hal ini dikarenakan para petugas tengah mengantarkan para bayi yang ada di wisma untuk melakukan tes darah guna pemeriksaan hepatitis, termasuk Rasya yang saat itu juga dilakukan observasi pasca opersasi. Tidak lama berselang ada sebuah mobil Ambulan yang bertulisakan “Wisma Kasih Bunda” tiba di wisma dan dari mobil tersebut keluarlah rasya beserta para rombongan dan petugas wisma dengan mengendong dua balita laki-laki. Seketika itu beberapa petugas wisma yang datang menghampiri dan menyambut kami. Setelah beberapa saat kami diajak oleh salah seorang pengurus untuk mebicarakan kondisi terakhir rasya. Dan alhamdulillah kondisi rasya semakin membaik dan respon terhadap rangsangan semakin membaik meskipun dalam proses pasca operasi masih diperlukan beberapa tindakan medis untuk memulihkan kondisinya yang semua proses tindakan medis tersebut akan dilakukan di sidoarjo setelah kami pulang nanti tentunya sesuai dengan rujukan dari sang dokter yang mengoperasi rasya. Selain para pengurus dan perawat yang berada di wisma tersebut, kami menjumpai dua orang balita laki-laki yang munggil dan lucu, mereka bernama Wahyu dan Fedrik. Mereka berdua adalah penghuni tetap wisma bersama para penggurus yang lain. Wahyu dan fedrik adalah dua bayi yang bernasib sama, mereka berdua sama-sama di buang oleh orang tuanya sesaat setelah melahirkan. Wahyu adalah bayi laki-laki malang yang di buang oleh ibunya disebuah kardus di depan pintu panti asuhan di Jakarta, saat dibuang wahyu mengalalami kondisi yang menyedihkan disamping menderita hidrosefalus tulang punggung wahyu juga tidak bisa lurus sehingga postur tubuhnya seperti bayi yang ada di dalam kandungan. Disamping itu wahyu juga menderita Epilepsi dan kebutaan pada matanya, saat kami mulai bencengkrama dengan wahyu dalam hati kecil kami berkata “sungguh betapa tidak berperikemanusiaan orang tua yang membuang wahyu dalam subuah kardus”. Senasib dengan wahyu adalah fedrik bayi laki-laki berusia 3 tahun ini juga dibuang oleh orangtuanya di sebuah daerah di pulau Nias. Namum Fedrik lebih beruntung dibandingkan Wahyu, saat dikirim di wisma fedrik menderita Hidrosefalus dan tidak mempunyai Anus, namun saat ini fedrik sudah bisa untuk beraktifitas seperti bayi normal bahkan fedrik tergolong anak yang super aktif. Wisma Kasih Bunda tak ubahnya "Rumah Singgah" yang memberikan pelayanan praoperasi dan observasi pascaoperasi. Pasien hydrocephalus yang datang ke Wisma Kasih Bunda dibantu untuk mendapatkan pelayanan operasi dengan rujukan di Rumah Sakit St Elisabeth, Semarang. "Sejak didirikan pada 2003, sampai sekarang Wisma Kasih Bunda ini tidak berbentuk yayasan. Oleh bunda Anne Avantie tidak di badan hukumkan dan tidak ada pengurusnya. Buka selama 24 jam, siapa yang masuk akan diterima sebagai pasien yang layak ditolong," itu adalah pesan bunda Anne yang disampaikan oleh mbak Wiwiek selaku salah satu petugas di sana. Rasya Kembali Ke Sidoarjo, Setelah semua selesai tepat pukul 13.00 WIB, kami bergegas untuk berpamitan dan mengucapkan beribu banya terima kasih atas bantuannya. Saat itu juga kami melanjutkan perjalanaan menuju sidoarjo bersama Rasya dan ibu serta neneknya. Setelah melalui perjalanan dengan waktu tempuh ± 11 Jam, alhamdulillah tepatnya hari Kamis (11/02/2016) kami sampai di desa Tenggulunan Kecamatan Candi Sidoarjo di rumah kos kecil tempat rasya beserta ibu dan neneknya tinggal. Para donatur yang dimuliakan Oleh Allah, usaha untuk menjadikan Rasya mendapatkan kehidupan yang normal tidaklah berhenti setelah pasca operasi saja, setelah kegiatan pasca operasi ini masih ada banyak tindakan medis yang perlu dilakukan. Mulai dari terapi ke spesialis fisotherapy sampai pada pemenuhan kebutuhan nutrisi. Tentunya semua itu tidaklah dapat lembaga ini lakukan sendiri tanpa bantuan dan doa dari ara donatur sekalian. Oleh karena itu kami mengharapkan kepada segenap para donatur dan simpatisan untuk tetap bergandeng tangan dalam membantu sesama. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bunda Anne Avantie dan segenap petugas wisma serta Bapak Dr. HM. Amanullah, HM, Sp.BS. yang telah membantu proses terlaksananya operasi Rasya, semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan keberkahan dan kebaikan Kepada Wisma Kasih Bunda beserta para Petugas, Pendiri dan para dokter yang membantu. Tak lupa juga ucapan terima kasih juga kami sampikan kepada para donatur sekalian atas segala bentuk partisipasinya, semoga Tuhan yang maha Kuasa senantiasa memberkahi bapak Ibu sekalian. Terakhir kami masih tetap memberikan kesempatan kepada bapak ibu donatur untuk terus berupaya memberikan bantuan kepada kami baik doa lebih lebih lagi material, karena kami menyadari bahwa kami bukanlah apa-apa tanpa bapak ibu sekalian. Sekali lagi semoga Allah senantiasa merahmati kita sekalian, Amin. Untuk layanan donasi Hubungi call center Walima 08113620920 (Onie).SEJUTA HARAPAN RASYA – Aksi Penggalangan Dana Kemanusiaan
Rabu Malam Tepatnya pada tanggal (27/01/2016) Team Walima telah melakukan aksi penggalangan dana yang bertempat di Pondok Pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo. Hari itu merupakan momen yang sangat tepat untuk melakukan proses penggalangan dana karena Bertepatan dengan kegiatan rutin pengajian tassawuf yang diasuh oleh KH. Mohammad Nizam As-shofa, beliau adalah seorang mursyid tarekat Nasabandiyah Mujaddaiyah Kholidiyah beliau juga merupakan pencipta dan pelantun lagu Syiir Tanpo Watho (STW). Pada malam reboan agung tersebut dihadiri kurang lebih sebanyak 1500 jamaah sehingga ini diangggap oleh team sangat potensial untuk penggalangan dana.
Aksi malam itu melibatkan 30 orang team walima, dimulai pukul 20.00 WIB. Beberapa team membagi tugas, beberapa orang berada di pintu depan yang bertugas membagikan Amplop dan selebaran tentang Rasya, beberapa team yang lain bertugas untuk membawa kardus tempat pengembalian amplop donasi, sedikit demi sedikit Donasi kami kumpulkan untuk pengobatan Rasya.
Pada hari minggu (31/01/2016) pukul 06.00 WIB kami juga telah melakukan aksi penggalangan dana di depan Lapangan sepatu Roda GOR Sidoarjo, aksi ini berbarengan dengan kegiatan “Kejuaraan Supermoto Peduli Sesama”. Kegiatan ini digagas oleh Organisasi SuperMoto Indonesia (SMI), sebuah komunitas bikers yang mempunyai hobi menggunakan motor supermoto. Mengingat tema dari acara Kejuaraan Supermoto ini Seluruh Hadiah yang didapatkan oleh pemenang akan disumbangkan untuk dana kemanusiaaan di lembaga ini. Kegiatan penggalangan dana ini juga mempunyai sasaran lain yaitu para pejalan kaki yang sedang melakukan kegiatan olah raga di sekitar arena tersebut. Selama kegiatan berlangsung tidak sedikit yang berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana kemanusiaan ini. Dan semoga untuk acara-acara amal seperti ini lebih sering dilaksanakan sehingga dapat memberikan tauladan bagi yang lain untuk berbuat suatu kebaikan. Bagi para donatur yang ingin berpartisipasi bisa mengghubungi call center walima 0811.3620.920 (Onie).
SEJUTA HARAPAN RASYA – CT Scan di Sidoarjo sampai Operasi di Semarang
Pemindai CT-Scan atau CT-Scanner (Computerized Tomography Scanner) adalah sebuah mesin sinar-x yang digunakan untuk memindai kondisi kepala Rasya. Rasya yang sedang mengalami kelebihan cairan dikepala ini di CT scan untuk mengetahui kondisi perkembangan penyakitnya dan selanjutnya akan menjadi rujukan dokter untuk dilakukan tindakan operasi. Proses CT scan sendiri kami (Team Walima) lakukan di salah satu rumah sakit di sidoarjo, yaitu Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo pada tanggal 18 Januari 2016, dengan berbekal hasil CT Scan inilah dokter akan menyarankan tindakan medis apa yang harus ditempuh.
Semakin hari cairan yang ada di kepala Rasya terus bertambah dan mengakibatkan volume kepala semakin membesar, hal ini tentunya juga semakin mengancam jiwa rasya, sehingga kami berupaya keras untuk segera melakukan tindakan operasi. Mengingat besarnya biaya operasi yang perlu dipersiapkan maka team berusaha mencari Donasi.
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah, pada tanggal 25 Januari 2016 Team walima beserta Pendeta Yoses dari GKI Sidoarjo membawa Rasya beserta keluarga ke Yayasan “Wisma Kasih Bunda”, sebuah rumah singgah yang khusus mendedikasikan diri untuk membantu kepada sesama, rumah singgah ini didirikan oleh Bunda Ane Avante seorang desainer terkenal Indonesia. Rumah singgah ini awalnya tahun 2002 diperuntukkan untuk penderita Hidrosefalus, namun mulai tahun 2005 banyak penderita tumor, bibir sumbing dan penderita cacat lainnya.
Di rumah sakit St. Elizabeth Semarang balita Rasya di observasi oleh seorang Dokter Spesialis Bedah Syaraf bernama Dr. HM. Amanullah, HM, Sp.BS. Dokter ini melakukan observasi dari hasil CT scan untuk memastikan apakah kondisi Rasya memungkinkan untuk dilakukan operasi. Syukur Alhamdulillah ternyata kondisi Rasya memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi. Operasi akan di jadwalkan pada hari Sabtu tanggal 30 Januari 2016, kami semua berharap operasi berjalan lancar tanpa halangan satu apapun, bagi para Donatur yang ingin berpartisipasi silahkan menghubungi call center walima 0811.3620.920 (Onie).Sejuta Harapan Rasya – Dari Safari Sembako Sampai Rumah Sakit
Safari sembako adalah kegiatan rutin Lembaga Penyantunan Yatim Piatu dan Dhuafa “Ahlus-Shofa Wal-Wafa” Simoketawang Wonoayu Sidoarjo (Team Walima), pembagian ratusan paket sembako ini khusus untuk para keluarga dhuafa yang dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2015 dengan lingkup wilayah kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.
Berawal dari safari sembako inilah kami team walima menemukan Rasya. Nenek dan ibu Rasya adalah salah satu dari ratusan keluarga dhuafa yang mendapatkan bantuan paket sembako. Rasya yang pada saat itu berusia delapan bulan ditemukan dalam kondisi yang sangat memperihatinkan, Rasya mengalami gangguan aliran cairan didalam otak atau disebut penyakit Hedrosefalus. Rasya tinggal bersama ibu dan nenek nya disebuah rumah kos dengan lebar kira-kira 6 x 2 meter di daerah kecamatan Candi Sidoarjo. Keadaan ekonomi yang serba kekurangan mengakibatkan orang tua Rasya tidak sanggup membawa Rasya ke rumah sakit untuk berobat. Harapan dari BPJS Kesehatan ataupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) masih belum terfasilitasi dengan baik karena masih adanya ganjalan dalam penggurusan Akte Kelahiran, hal ini semakin menambah keprihatinan kami untuk peduli kepada nasib Rasya.
Paket sembako yang diberikan saat kegiatan “Safari Sembako” tersebut belum mencukupi untuk meringankan beban penderiaan Rasya dan keluarganya. Kepedulian terhadap Rasya dan keluarganya tidak cukup berhenti pada proses pemberian paket sembako saja. Pada tanggal 25 Oktober 2015 dalam kegiatan “Pengobatan Gratis” team Walima mengundang Rasya untuk ikut serta. Kegiatan pengobatan gratis ini bekerja sama dengan GKI Sidoarjo dan GKI Resud Surabaya. Dari hasil pemeriksaan awal relawan Dokter, Rasya mendapat rujukan untuk segera di tangani di rumah sakit mengingat penyakit ini tergolong kasus yang langka.
Seiring perkembangannya beberapa pihak lain juga ikut serta membantu meringankan beban penderitaan Rasya antara lain Bante Virya, seorang bante dari Maha Vihara Mojopahit Mojokerto yang memberikan Rujukan kepada kami untuk membawa Rasya ke Yayasan Budha Tsu-Chi. Alhamdulillah dari hasil pertemuan team walima dengan Yayasan Budha Tsu-Chi rasya dan Keluarga mendapatkan santunan bulanan yang berupa Kebutuhan Pokok, Susu, pampers dan lain-lain. Tidak hanya itu saja beberapa pihak lain dan para dermawan yang mempuyai simpati dan empati terhadap Rasya juga turut serta memberikan bantuan berupa keperluan Rasya sehari-hari. Semoga peran serta kita yang berkesinambungan dalam kepedulian terhadap sesama ini selalu mendapatkan jalan kebaikan dan kemudahan dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sejuta harapan Rasya - Bayi HIDROSEFALUS
RASYA RIZKI AISYAH Balita berusia 13 bulan penderita HIDROSEFALUS, sebuah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spiral). Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya khususnya pusat-pusat saraf vital. Semakin hari volume cairannya semakin bertambah dan diameter kepalanya semakin membesar, apabila tidak segera ditangani maka akan membahayakan jiwa Rasya.
Rasya terlahir dari keluarga serba kekurangan, hidup di rumah kos beserta ibu dan neneknya di daerah Candi Sidoarjo, dikarenakan kehidupan yang serba kekurangan maka Rasya tidak mampu untuk berobat.
Tindakan pengobatan “Rasya” ini sudah pada pra OPERASI, sesudah kemarin tanggal 18 Januari 2016 dilakukan CT SCAN di RS. Delta Surya sidoarjo. Lembaga Penyantunan Yatim Piatu dan Dhuafa “Ahlus-Shofa Wal-Wafa” mengajak kepada semua Donatur, Simpatisan dan Jamaah Pondok Pesantren “Ahlus-Shofa Wal-Wafa” untuk memberikan dukungan pada proses PENGOBATAN Rasya. Kami sangat mengharapkan bantuan Donasi dari semua pihak, salurkan bantuan Anda ke posko WALIMA yang tersedia, info lebih lanjut hubungi call center walima 0811-3620-920.
Rasya terlahir dari keluarga serba kekurangan, hidup di rumah kos beserta ibu dan neneknya di daerah Candi Sidoarjo, dikarenakan kehidupan yang serba kekurangan maka Rasya tidak mampu untuk berobat.
Tindakan pengobatan “Rasya” ini sudah pada pra OPERASI, sesudah kemarin tanggal 18 Januari 2016 dilakukan CT SCAN di RS. Delta Surya sidoarjo. Lembaga Penyantunan Yatim Piatu dan Dhuafa “Ahlus-Shofa Wal-Wafa” mengajak kepada semua Donatur, Simpatisan dan Jamaah Pondok Pesantren “Ahlus-Shofa Wal-Wafa” untuk memberikan dukungan pada proses PENGOBATAN Rasya. Kami sangat mengharapkan bantuan Donasi dari semua pihak, salurkan bantuan Anda ke posko WALIMA yang tersedia, info lebih lanjut hubungi call center walima 0811-3620-920.
Video - Khitanan masal dan pengobatan gratis 2015
Khitanan masal yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari raya Yatim diikuti oleh 75 peserta dan pengobatan gratis yang diikuti oleh sekitar 400 pasien, dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2015 di Pondok pesantren Ahlus-shofa Wal-Wafa desa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo. berikut ni adalah video dokumentasinya.
KHITANAN MASAL DAN PENGOBATAN GRATIS 2015
10 Muharram merupakan hari yang paling bersejarah bagi umat islam di belahan bumi ini. Banyak pristiwa dan kejadian masa lampu yang bisa kita refleksikan untuk kehidupan masa kini. Semua kejadian dan peristiwa yang terjadi di masa lampu mempunya maksud dan tujuan yang senantiasa bisa kita ambil sebagai suri tauladan. Bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1437H, yang dimana merupakan peringgatan hari raya anak yatim piatu kami selaku lembaga sosial yang bergerak dalam penyantunan yatim piatu dan dhu’afa “lembaga Penyantunan yatim Piatu dan Dhu’afa Ahlus-Shofa Wal-Wafa Wonoayu telah menyyelenggarakan kegiatan sosial berupa Khitanan masal dan penggobatan gratis adapun tema yang diusung dalam kegiatan tahun ini adalah “Semangat Muharram untuk berhijrah dan berbagi kepada sesama sebagai wujud kepedulian sosial berdasarkan sunnah Rasulullah Muhammad SAW”.
Tema ini kami ambil sebagai motivasi bagi kami khususnya dan bagi masyarakat umumnya untuk senantiasa saling berbagi antar sesama. Khitanan masal dan pengobatan gratis ini kami adakan pada hari minggu tanggal 25 Oktober 2015 dengan diikuti oleh 75 peserta khitan masal dan dihadiri oleh 250 warga yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang mayoritas berdomisili di wilayah sidoarjo gresik, mojokerto dan surabaya. Tidak hanya sampai disitu saja, ada hal yang berbeda dalam penggobatan gratis kali ini. Di tahun ini kami lembaga penyantunan yatim piatu dan dhuafa Ahlus-Shofa Wal-Wafa dengan Team Walima (Waktunya Peduli Sesama)-nya mencoba untuk menfasilitasi sorang bayi perempuan munggil berusia 10 bulan yang bernama Sasa untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Perlu kita ketahui bersama bahwa adik Sasa ini sejak lahir telah menderita hidrosefalus (pembesaran ukuran kepala disebabkan oleh cairan). tak lupa ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada GKI(Gereja Kristen Indonesia) Sidoarjo dan Residen Sudirman Surabaya yang telah bahu membahu membantu baik secara moril maupun material dengan menerjunkan tim kesehatannya sehingga acara ini terlaksana dengan lancar berikut juga para tokoh lintas iman yang senantiasa bergandeng tangan bersama menciptakan pelangi kemanusiaan atas nama cinta kasih tuhan semoga kerjasama ini selalu mendapatkan Ridho dan Bimbingan dari Allah Tuhan Yang maha Kuasa sehingga dikemudian hari mampu kita jadikan teladan untuk salaing berbagi antar sesama menuju indonesia yang berbhineka. Aamin . Walima(Waktunya Peduli sesama) Walima Jaya.... (Red)Idul Adha dan Domba di Hati Kita
Idul Adha yang
kita peringati setiap tahun mempunyai penafsiran yang hakiki sebagai perwujudan
sikap ketawadhu’an manusia terhadap
Allah SWT sebagai sang Pencipta dengan Penuh Totalitas. Idhul Adha sering juga
kita maknai sebagai momen pengorbanan diri yang sebesar-besarnya serti
peniadaan pamrih setinggi-tingginya.
Nabi Ibrahim
AS beserta putranya Ismail merupakan tauladan dalam perwujudan kepasrahan diri
kepada Allah SWT serta simbol kemenangan terhadap perang melawan hawa nafsu dan
sifat keakuan. Kita sering berpendapat bahwa apa yang telah terjadi oleh
Ibrahim beserta ismail putranya adalah semata-mata karena beliau merupakan
seorang nabi dan rasul sehingga diberikan ketabahan, keihklasan serta iman yang
luar biasa kuatnya oleh Allah SWT. Kita sering melupakan faktor kemanusiaan
dari nurani seorang Ayah dan Anak. Lantas bagaimana jika kita semua dihadapkan
dalam kondisi yang sama ?.
Pada dasarnya
peristiwa Nabi Ibrahim AS. Dan Ismail As. Merupakan suatu peristiwan dari masa
lalu yang patutnya kita jadikan sumber refernsi yang baik dan pelajaran bagi
generasi selanjutnya. Ya tentu saja kita-kita yang hidup dalam kondisi yang
carut marut, tentu peristiwa ini patut kita jadikan Sebagai refleksi diri untuk mampu bersikap
dalam kondisi modern saat ini.
Lantas, seperti
apakah sikap perwujudan kurban yang selayaknya kita pahami sesuai deng kondisi
dunia saat ini?, apakah dengan pengorbanan yang tak pernah kita nikamti
manfaatnya sebagai perwujudan kerelaan tertinggi atas rakyat terhadap
negaranya?, ataukah sudah cukup untuk mengorbankan seekor domba, atau kambing,
atau sapi saja?, ataukah cukup patungan untuk membeli kambing dan menjadi
lunaslah kewajiban berkorban kita kepada Allah SWT?. Tentu bukanlah itu semua. Yang
kita harapkan adalah berkurban dengan penuh kesadaran tinggi atas keimanan yang
penuh dan bukan pada seremonial belaka.
Allah Tidak
pernah butuh apa saja yang kita korbankan. Bahkan diri kita pun Allah tidak
pernah butuh. Tuhan tidak butuh apapun karena Dia mampu menciptakan apapun yang
lebih indah dalam hitungan detik yang tak terhingga.
Jadi kambing
kita, domba kita dan sapi kita akan kita larikan kemana? Yang pastilah tidak
kemana-mana. Selain lari pada yang membutuhkan jika beruntung pasti akan tiba
pada keridhoan Allah SWT. Tapi percayalah bahwa esensi kurban sesungguhnya bukanlah
itu. Idul kurban yang kita laksanakan setiap 10 Dzulhijjah tidak menjadi jaminan
bahwa kita tidak mengorbankah hak-hak orang lain lebih lebih hak-hak Allah Azza
wajalla dalam 363 hari lainnya. Bagaimana kita mempertanggung jawabkan itu kepada
tuhan sebagai seorang pemimpin yang rahmatan lil alamin?
Sesungguhnya domba,
kambing atau sapi itu adalah hakikatnya kita sendiri. (jangan tersinggung ya ..). jika
ada yang harus dikorbankan seharusnya ya diri kita sendiri tentunya, gaya hidup
kita, mentalitas kita, keimanan kita dan tanggung jawab sosial kita terhadap
masyarakat sekitar kita yang juga tak beranjak dari derajat prilaku kambing,
domba ataupun sapi.
Lantas ada apa
dengan prilaku kambing, domba dan sapi? Kenapa kita kaitkan dengan prilaku kita
dalam berkurban ?. Kambing, domba dan sapi yang tak pernah kenyang dan selalu
ingin merebut hak milik/kepunyaan orang lain. Yang merasa cukup menjadi orang
baik sehingga tak mau menerima saran dan kritik dari orang lain, merasa benar
sendiri sehingga cenderung menyalahkan orang lain, mengetahui yang benar tapi
tidak mau menjalankannya, tak punya malu terutama untuk memanjakan nafsu, serta
apa saja yang berruang duniawi semata dan tidak sejati.
Jika kita
mampu dewasa dalam manajemen pengorbanan nafsu rendah macam diatas, lalu
istiqomah pada jalanNya, maka tidaklah menajdi persoalan kita kita akan
berkorban dengan kambing, domba maupun sapi. Saat itulah kita tak pernah lagi
mempertimbangkan untung rugi dalam berniaga dengan Allah karena hakikat dari
pemberian di jalan Allah adalah penerimaan dengan jumlah jauh lebih besar. Semoga
kita digolongkan utuk menjadi manusia yang mempuyai kesadaran tinggi dan
terbebas dari nafsu domba, kambing ataupun sapi. Amin. (diadopsi dari buku Tuhan sang Penggoda by M Arief Budiman)
Istiqomah Reboan Agung
Istiqomah Reboan Agung - Wahai anakku, ingatlah kepada Allah Azza wa Jalla, pertama dengan Hati kemudian dengan jiwa. Ingatlah kepada Allah dengan hatimu seribu kali dan dengan lisanmu cukup sekali. Ingatlah pada Dia pada saat datang bencana dengan kesabaran. Pada saat datang dunia dengan cara meninggalkannya. Pada saat datang Allah dengan cara meng-Esa-kanNya dan pada saat datang yang selain Diri-Nya dengan berpaling dari semua nya.
Apabila engkau membiarkan tali kendali nafsumu bebas, niscaya engkau akan rakus. Oleh karena itu, cambuklah nafsumu dengan menahan diri dan tinggakanlah omongan orang. Mengingat mati akan membersihkan hatimu dan membenci dunia, penutup hatimu akan terbuka sehingga engkau akan melihat bahwa mahluk itu semuanya fana (rusak), binasa dan lemah. Mahluk tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan kemudaratan maupun kemanfaatan. (dikutip dari "Percikan cahaya Ilahi" karya Syaikh Abdul Qadir Jailani, halaman 294-295).
Berbuka Puasa & Berbagi Kasih 1436 H (13 juli 2015)
Rasa gembira meliputi hati segenap kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, karena akan datang bulan yang amat dirindukan yakni, bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka. Dimana di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an dan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ramadhan juga merupakan bulan yang disyari’atkan di dalamnya ibadah shaum (puasa), ibadah yang diserukan oleh Allah SWT “khusus” untuk orang yang beriman. (Al Baqarah: 183). Pada bulan Ramadhan amalan ibadah yang dikerjakan hamba akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Kesempatan berjumpa dengan bulan Ramadhan tidak dibuat berlalu begitu saja. Karena bulan ini sangat istimewa, dimana setiap amal manusia untuk dirinya kecuali puasa, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :
“Setiap amal Manusia untuk dirinya kecuali puasa. Sungguh puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.”[HR. Bukhari Muslim]
Hanya karena kasih sayang Allah SWT kita dapat kembali menikmati Ramadhan. Menikmati kesempatan meraih berkah, rahmat, dan maghfirahNya yang semakin melimpah di bulan penuh hidayah ini. Salah satu cara mensyukurinya adalah dengan berusaha mengisinya dengan sebaik-baik amal, tentu dengan memohon kepadaNya agar kita diberikan kekuatan.
Inilah peluang dari semua peluang. Inilah saat yang tepat untuk membuktikan kebenaran firman Allah:
Siapa yang melakukan perbuatan yang baik, dari laki-laki dan wanita, dan dia itu beriman, niscaya Kami akan memberinya kehidupan yang baik, dan Kami akan balas mereka dengan pahala yang baik sebaik apa yang pernah mereka lakukan. ( Q.S. An- Nahl : 97).
Berkaitan dengan bulan Ramadhan ini, demi peningkatan kualitas ibadah puasa kita dan sebagai bukti nyata kepedulian kita terhadap sesama khususnya anak yatim piatu & dhuafa maka kami berniat mengadakan program “Berbagi Kasih di Bulan Suci”.
Berbagi kasih di bulan suci merupakan program kerja sosial yang mana Lembaga Penyantunan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa “Ahlus-Shofa wal-Wafa” beserta para donatur dan dermawan akan berbagi kebahagiaan kepada para anak yatim dan dhuafa melalui buka bersama dan pembagian paket/bingkisan lebaran plus uang saku. Dalam mewujudkan kegiatan tersebut tentunya kami tak lepas dari peran serta para donatur sekalian yang telah bersama-sama membantu kami untuk memperjuangkan masa depan kehidupan anak-anak yatim piatu dan dhuafa.
HAL YANG MEMUNCULKAN KEPERCAYAAN DIRI
![]() |
| Sumber :http://blazerracing.blogspot.com |
Tahukah anda
bahwa jika seseorangn kehilangan kepercayaan dirinya maka dia akan hidup
dicekam oleh ketakutan. Ia akan merasa setiap orang lebih penting dan lebih
utama daripada dirinya. Ia akan hidup dalam bayangan orang lain sehingga
hidupnya tak luput dari kecemasan.
Harga diri tanpa
sebuah kepercayaan diri hanya akan menimbulkan kebimbangan. Orang percaya diri
tidak merasa takut. Tatapannya penuh kepercayaan. Ia tidak terpengaruh oreh
factor eksternak dan orang lain. Sebab ia pasti tahu kemana akan pergi. Dengan
kepercayaan diri, ia akan mampu melampaui setiap halangan. Dalam konsep diri ada beberapa hal yang perlu
kita pahami dalam memunculkan kepercayaan diri. Melaui artikel ini kita akan
coba untuk mengurainya dengan jelas satu-persatu. Namun untuk lebih memperdalam
pemahaman masing masing bagian dalam sesi awal ini kita hanya mengulas 2 bagian
yaitu konsep diri dan idoal.
KONSEP DIRI
Dalam konsep
diri ini meliputi pengetahuan, nilai-nilai yang di junjung tinggi, kebiasaan, dan
makna sesuatu menurut anda. Ketika dilahirkan seorang bayi tidak memiliki
bahasa yang diterima dunia. Bahasa yang dipahami oleh orang-orang disekitarnya.
Maka untuk pertamakali ia belajar kata “mama” dan “papa” yang setelah itu dilanjutkan
dengan belajar mengucapkan kata benda. Disinilah ia mulai mengumpulkan bahasa.
Jadi, konsep diri meliputi pengetahuan bayi tentang segala sesuatu, keyakinan,
dan nilai-nilai penting yang ia anut.
Konsep diri
tersebut memiliki tiga sifat utama antara lain :
a. sesuatu yang dihasilkan
sebab, konsep diri diperoleh melalui program. Yang anda dapatkan
dari keluarga, sekolah dan lingkungan. Jadi ada
program yang dijalankan untuk anda. Oleh karena konsep diri bisa dihasilkan,
berarti kita bisa mengubahnya sebab ia bisa deprogram.
b. sistematis
konsep diri ingin selalu berada pada
suatu tempat dan tidak ingin bergerak pada tempat yang lain. Ia melindungi
dirinya. Jadi ia memiliki system untuk melindungi dirinya. Dengan memperoleh
konsep diri juga mendapatkan bahasa, makna, dan pengetahuan anda telah memasuki
daerah “tenang” atau “aman”. Apabila anda keluar dari daerah tersebut atau
terjadi perubahan dalam hidup anda. Maka anda akan melawan keras. Sebab, ini
bertentangan dengan zona aman yang ada dalam diri anda. Daerah aman ini biasa
disebut sebagai “ area berbahaya” sebab jika seseorang telah merasa sangat
nyaman maka dia tidak akan lagi mengoptimalkan kemampuannya. Sebab dia tidak
tahu untuk apa lagi mengoptimalkannya, sebab dia telah bahagia untuk apa lagi
melelehkan diri?!.
c. Dinamis
Dinamis dalam konsep diri diartikan
untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Namun dengan syarat lebih baik
menurut konsepnya sendiri bukan menurut konsep orang lain.
Bagaimana melakukan perubahan dalam konsep
diri ?
Sebagaimana telah disampaiakn diatas,
konsep diri itu adalah sesuatu yang dihasilkan. Pertanyaanya, Apakah sesuatu
yang dihasilkan dapat diubah?. Tentu ya. Sebab, pada dasarnya konsep diri
diciptakan oleh orang tertentu seperti ayah atau ibu. Jadi, sangat mungkin untuk
diubah kita bisa saja mengubahnya dengan cara yang sesuai dengan kita.
Pertama kita harus belajar bahwa pendapat
orang lain tentang diri kita bukan, belum, dan tidak pernah menunjukkan diri
kita yang sesungguhnya. Sebab pendapat tersebut didasarkan pada nilai, aturan
dan pikiran orang lain, bukan nilai diri kita, Bukan pikiran kita, bukan pula
konsep kita tentang diri kita.
2.
Idola
Setiap orang pasti mempunyai idoal
interpersonal bagi dirinya. Setiap orang mengenal dirinya dengan baik, juga
dengan masalah yang dihadapinya. Dalam konsep idoal terbagi menjadi lima pilar
atau bagian.
a. Bagian ruhani : Kita memiliki idola interpersonal maka kita tahu
pasti apa yang kita inginkan.
b. Bagian kesehatan : Kita tahu apa yang kita inginkan masalah yang
kita hadapi dan karakter kesehatan diri
kita.
c. Bagian kepribadian : Kita mengetahui harga diri, termasuk bagaimana
merealisasikan harga diri tersebut.
d. Bagian karir dan pekerjaan : Kita tahu di bidang apa kita akan
meraih kesuksesan.
e. Bagian material : Kita mengetahui kemana hendak membawa diri kita.
Sebagian orang tahu pasti apa yang
diinginkan, tetapi tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Karena mereka tidak
bisa mencapai tujuan yang digariskan, atau bahkan tidak berusaha mencapainya,
maka mulailah mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain. Perbandingan
ini kana menghasilkan celaan. Bisa jadi mereka mencela nasib mereka sendiri
atau mencela orang lain.
Jika ia melihat orang lain di sekitarnya
mencapai sesuatu, mulailah ia membanding-bandingkan, kemudian mencela dirinya
sendiri. Akhirnya ia akan mengkritik. Kita harus waspada dan jangan sampai
terjebak dalam kondisi ini. Sebab jika memulai maka kita akan menghadapi
masalah besar.
Masalah besar tersebut dimulai dari 3 hal
utama :
·
Komparasi :
membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Ketahuilah jika itu kita
lakukan maka kita akan merugi. Sebab, kita telah membandingkan kelemahan diri
kita sendiri.
· Kritik : usai
membanding-bandingkan kita biasanya akan mulai mengkritik. Mengkritik segala
sesuatu dan mengkritik orang lain.
·
Mencela : ujung-ujungnya, kita
akan mencela orang lain.
Selama kita berfikir dengan benar,
kemudian focus dalam pikiran tersebut maka otak akan berkosentrasi dalam
pikiran tertentu. Sesuai hokum akal bawah sadar, akan terjadi hokum kosentrasi,
yaitu apapun yang menjadi focus perhatian kita, ia akan meguasai kita. Setelah
itu, memguasai perasaan kita. Selanjutnya berlakulah hukum tarik menarik, yaitu
bahwa apapun yang kita pikirkan dan menjadi pusat perhatian kita maka ia akan
kembali kepada kita dalam bentuk dan hasil yang sama.
Jadi untuk menumbuhkan rasa kepercayaan
diri diperlukan sebuah konsep diri dan konsep idoal yang mengarah pada sesuatu
yang positif sehingga tercipta tujuan yang positif dan dengan tujuan positif
tersebut akan menumbuhkan prilaku yang positif.
Sumber : Dahsyatnya Berperasaan Positif
oleh. Dr. Ibrahim Elfiky.
Keajaiban Sedekah - Naik hajinya penjual gorengan
Sekitar tahun 1980, seorang pedagang gorengan bernama Sutikno berusia muda di Jakarta, selama tiga hari berturut-turut melihat seorang bocah laki-laki lusuh berlalu lalang dengan wajah sedih di depan gerobak dagangannya.
Ia tahu, anak itu menginginkan satu dua potong gorengannya secara gratis. Karena tidak berani meminta, ia hanya memandang gerobak gorengan itu dari kejauhan. Pada hari keempat, pedagang gorengan itu menyisakan sepotong singkong goreng buntut yang biasanya tidak laku dijual. Dipanggil bocah itu sambil mengacung-acungkan singkong kecil itu. Tak menunggu lama, si bocah langsung berlari menyambar singkong itu sambil berucap, “Terima kasih, Bang.” Matanya berbinar, senyumnya terkembang.
Dua puluh empat tahun kemudian, tukang gorengan itu masih berjualan di tempat yang sama meski sudah berusia tua. Suatu hari sebuah mobil mewah berhenti di depan gerobaknya yang parkir di tengah perkampungan kumuh. Penumpangnya, seorang pria muda berpenampilan mewah, menghampiri pedagang gorengan itu.
Ketika berhadapan, si pedagang gorengan tua itu seperti tidak peduli. Tapi ia bingung ketika si pemuda perlente itu mendadak berucap, “Pak, ada singkong buntut?” . “Kagak ada mas! Singkong buntut mah dibuang. Kenapa tidak beli yang lain saja? Nih, ada pisang sama singkong goreng,” ujar si pedagang gorengan itu.
“Saya kangen singkong buntutnya Pak, Dulu bapak kan yang pernah memberi saya singkong goreng buntut?. Dulu, ketika saya masih kecil, dan ayah saya baru saja wafat, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman mengejek karena saya tidak bisa jajan. Selama empat hari saya berlalu-lalanh di depan gerobak bapak ini, sampai bapak memanggil saya dan memberi sepotong singkong goreng buntut yang langsung saya sambar. Saya masih ingat pak…” tuturnya.
Si pedagang gorengan tua itu itupun terperangah. Dia tidak mengira sepotong singkong buntut, yang biasanya dibuang bisa membuat pemuda itu mendatangi dengan keadaan yang benar-benar berbeda. Si pedagang akhirnya ingat wajah yang pernah dikenalnya 24 tahun silam.
“Yang saya beri dulu kan cuma singkong buntut. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya pedagang itu penasaran.” Bapak tidak sekedar memberi saya singkong buntut, tapi juga kebahagiaan.” papar si pemuda itu. Dia lalu bercerita bahwa sesaat setelah menyambar singkong itu dia langsung memamerkan kepada teman-temannya. Ia ingin membuktikan bahwa dia masih bisa jajan. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya itu membuatnya sangat bahagia, sehingga dia berjanji suatu saat akan membalas budi baik pedagang gorengan itu.
“Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin meberangkatkan Bapak berhaji, semoga Bapak bahagia,” ujar si pemuda itu. Pedagang gorengan itu hampir-hampir tidak percaya. Dua puluh empat tahun silam ia telah membahagiakan seorang anak yatim. Maka Allah pun membalas amal shalehnya itu. Subhanallah.
Ia tahu, anak itu menginginkan satu dua potong gorengannya secara gratis. Karena tidak berani meminta, ia hanya memandang gerobak gorengan itu dari kejauhan. Pada hari keempat, pedagang gorengan itu menyisakan sepotong singkong goreng buntut yang biasanya tidak laku dijual. Dipanggil bocah itu sambil mengacung-acungkan singkong kecil itu. Tak menunggu lama, si bocah langsung berlari menyambar singkong itu sambil berucap, “Terima kasih, Bang.” Matanya berbinar, senyumnya terkembang.
Dua puluh empat tahun kemudian, tukang gorengan itu masih berjualan di tempat yang sama meski sudah berusia tua. Suatu hari sebuah mobil mewah berhenti di depan gerobaknya yang parkir di tengah perkampungan kumuh. Penumpangnya, seorang pria muda berpenampilan mewah, menghampiri pedagang gorengan itu.
Ketika berhadapan, si pedagang gorengan tua itu seperti tidak peduli. Tapi ia bingung ketika si pemuda perlente itu mendadak berucap, “Pak, ada singkong buntut?” . “Kagak ada mas! Singkong buntut mah dibuang. Kenapa tidak beli yang lain saja? Nih, ada pisang sama singkong goreng,” ujar si pedagang gorengan itu.
“Saya kangen singkong buntutnya Pak, Dulu bapak kan yang pernah memberi saya singkong goreng buntut?. Dulu, ketika saya masih kecil, dan ayah saya baru saja wafat, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman mengejek karena saya tidak bisa jajan. Selama empat hari saya berlalu-lalanh di depan gerobak bapak ini, sampai bapak memanggil saya dan memberi sepotong singkong goreng buntut yang langsung saya sambar. Saya masih ingat pak…” tuturnya.
Si pedagang gorengan tua itu itupun terperangah. Dia tidak mengira sepotong singkong buntut, yang biasanya dibuang bisa membuat pemuda itu mendatangi dengan keadaan yang benar-benar berbeda. Si pedagang akhirnya ingat wajah yang pernah dikenalnya 24 tahun silam.
“Yang saya beri dulu kan cuma singkong buntut. Kenapa kamu masih ingat sama saya?” tanya pedagang itu penasaran.” Bapak tidak sekedar memberi saya singkong buntut, tapi juga kebahagiaan.” papar si pemuda itu. Dia lalu bercerita bahwa sesaat setelah menyambar singkong itu dia langsung memamerkan kepada teman-temannya. Ia ingin membuktikan bahwa dia masih bisa jajan. Sesuatu yang dianggap remeh, tapi baginya itu membuatnya sangat bahagia, sehingga dia berjanji suatu saat akan membalas budi baik pedagang gorengan itu.
“Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin meberangkatkan Bapak berhaji, semoga Bapak bahagia,” ujar si pemuda itu. Pedagang gorengan itu hampir-hampir tidak percaya. Dua puluh empat tahun silam ia telah membahagiakan seorang anak yatim. Maka Allah pun membalas amal shalehnya itu. Subhanallah.
Sumber: majalah Lazdai amal insani dalam pantiasuhan.net
Subscribe to:
Posts (Atom)
About
Popular Posts
Labels
- Artikel
- Galeri
- Layanan Donatur
- Ponpes
- Profil
- Program
- Tentang Kami





























