Istiqomah Reboan Agung - Wahai anakku, ingatlah kepada Allah Azza wa Jalla, pertama dengan Hati kemudian dengan jiwa. Ingatlah kepada Allah dengan hatimu seribu kali dan dengan lisanmu cukup sekali. Ingatlah pada Dia pada saat datang bencana dengan kesabaran. Pada saat datang dunia dengan cara meninggalkannya. Pada saat datang Allah dengan cara meng-Esa-kanNya dan pada saat datang yang selain Diri-Nya dengan berpaling dari semua nya.
Apabila engkau membiarkan tali kendali nafsumu bebas, niscaya engkau akan rakus. Oleh karena itu, cambuklah nafsumu dengan menahan diri dan tinggakanlah omongan orang. Mengingat mati akan membersihkan hatimu dan membenci dunia, penutup hatimu akan terbuka sehingga engkau akan melihat bahwa mahluk itu semuanya fana (rusak), binasa dan lemah. Mahluk tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan kemudaratan maupun kemanfaatan. (dikutip dari "Percikan cahaya Ilahi" karya Syaikh Abdul Qadir Jailani, halaman 294-295).
Ngawiti ingsun nglaras syi’iran
Kelawan muji maring Pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X
Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng, nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X
Akeh kang apal Qur’an Hadise
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X
Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepahese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto 2X
Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine 2X
Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan seri ngilmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X
Al-Qur’an qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing njero dodo 2X
Kumanthil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2 X
Kelawan Alloh Kang Moho Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhoi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X
Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas-pasan
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X
Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podo rukun ojo dak siyo
Iku sunnahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito 2x
Kang anglakoni sakabehane
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X
Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X
Ketika hati diselimuti kegelapan, hanya "percikan cahaya ilahi" sajalah yang meneranginya. Ketika mata-hati telah dibutakan oleh nafsu dan hasrat telah menguasai jiwa, tak ada lagi yang bisa ditunggu selain kehancuran.
Hati hanya bisa dibersihkan dengan cahay tauhid. Jiwa akan merdeka bila selalu mengesakan Allah. Jika hati telah menjadi suci dan jiwa telah terbebaskan, maka keduanya akan terbang menuju haribaan Allah dan siap memperoleh kemenangan dari Ilahi (al-fath ar-rabbani) dan limpahan cahaya dari Tuhan yang maha pengasih (al-faidh ar-rahman).
Pengajian "Reboan Agung" kitab Jami'ul Ushul fil Auliya' dan kitab Al-Fathur rabbani wal Faidlur Rahmany yang diasuh oleh KH. Mohammad Nizam Asshofa (Pelantun lagu Syi'ir Tanpo Wathon) dilaksanakan setiap hari Rabu malam pukul 21.00 sampai 23.00 WIB di Pondok pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa, Jl. Darmo 01 Desa Simoketawang Wonoayu Sidoarjo.
Pengajian Reboan merupakan Pengajian Rutin yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa yang beralamat di Jalan Darmo No. 1 desa Simoketawang Wonoayu sidoarjo. Pengajian ini diasuh langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ahlus-Shofa Wal-Wafa KH. Mohammad Nizam As-Shofa, beliau juga merupakan guru pembimbing tarekat Naqsyabandiyah, disamping itu beliau merupakan pencipta dan pelantun "Syi'ir Tanpo Wathon" yang sering kita kenal sebagai syiiran Gus Dur. Kajian Reboan Agung ini diikuti oleh ribuan jama’ah yang tidak hanya berasal dari lingkungan pondok tetapi juga berasal dari hampir sebagian kota di Jawa Timur seperti Gresik, Surabaya, Malang, Pasuruan Probolinggo, Madiun, Mojokerto, Banyuwangi dan kota-kota lain. Adapun Kitab yang dikaji adalah Kitab Jami’ul Ushul Fil Auliya’ (Syaikh Ahmad Dhiya’uddin Musthofa Al-Kamisykhonawy) & kitab Al-Fathur Rabbani wal Faidlur Rahmany (Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani) pengajian ini dimulai pukul 20.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB
ISHARI pada awal pendiriannya bernama Jam’iyyahHadrah yaitu sebuah kumpulan yang berkegiatan kesenian Rebana dengan diiringi Bacaan Sejarah kelahiran dan Perjuangan Nabi Besar Muhammad SAW (Perpaduan antara Kitab Maulid Syaroful anam dan Kitab Diwan Al Hadroh) dengan paduan gerakan dan bunyian keplok tangan yang teratur dan indah sehingga terpadu antara bunyi Rebana, Suara merdu dari pembawa Syair sahutan jawaban bacaan Solawat dari para peserta serta gerakan gerakan yang menandakan rasa Syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jam’iyyah ini didirikan Oleh Hadrotus Syeikh KH. ABDURROKHIM Bin ABDUL HADI di Pasuruansekitar tahun1918 – an.dan beliau wafat di Pasuruan Pada Bulan Dzul Qo’dah Tahun 1370 H / 1952 M dan dimakamkan di Pemakaman Belakang Masjid Jami’ Al –Anwar Kota Pasuruan
Kata Hadroh itu sendiri secara bahasa mengandung tiga makna yaitu :
- Hadroh dengan makna Hadir atau datang yaitu dimaksudkan bahwa Jam’iyyah Hadroh ini adalah sebuah kumpulan kesenian Rebana yang berisi bacaan Sholawat dan sanjungan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dengan tujuan menghadirkan Rosululloh Baik melalui pengertian Dhohir atau Pengertian Ma’nawi yang artinya diharapkan Prilaku Anggota Jam’iyyah ini menjadi baik karena tertanam kehadiran luhurnya Akhlaq Rosulillah dalam kehidupan sehari-hari sebagai akibat dari pengaruh Bacaan yang dibaca.
- Hadroh dengan makna menghaturkan/mempersembahkan yaitu bahwa Jam’iyyah Hadroh ini adalah sebuah kumpulan Ibadah Bacaan Sholawat, pujian, Dzikir yang dipersembahkan kepada Baginda Nabi sebagai refleksi dari rasa Syukur karna kita semua ditakdirkan oleh Alloh menjadi Ummat Beliau yang berpredikat sebaik – baik Ummat ( Khoirul Umam ).
- Hadroh dengan Makna Hadroh maut yaitu nama sebuah kota di Negara Yaman Bagian selatan yang terkenal dengan sebutan Kotanya para Waliyulloh, yang berarti bahwa Jam’iyyah Hadroh ini adalah Kesenian yang bernuansa Ibadah yang bemula dan berasal dari kota tersebut.
Beliau KH Abdur Rochim mendapatkan karya yang mulya ini atas Ijazah dari ayahanda beliau KH Abdul hadi, dari Ayahandanya KH Abdur Rohman Bawean Gresik, dari Al-Habib Ling Banahsan Pegiri’an Surabaya, dari Al-Habib Segaf As-Segaf pegiri’an Surabaya, dari Al-Habib Ahmad Bin Abdulloh Ba Faqih Boto Putih Surabaya, dari Guru Beliau Hadrotus Syeikh Al-Imam Al-Habib Syeikh Bin Ahmad Bin Muhammad Bin Abdulloh Ba Faqih Boto Putih Surabaya. Setiap selesai belajar Hadrah di Surabaya konon beliau juga mengajar dibeberapa tempat di Surabaya hususnya di daerah KedungAsem Rungkut dan bersama dengan warga sekitar beliau mengagas pendirian Masjid As Salafiayah Kedung Asem yang sampai sekarang Masjid tersebut keberadaanya sangat bermanfaat bagi warga sekitar serta untuk mengenang jasa beliau Warga Kedung Asem setiap Bulan Dzul Qo’dah memperingati Haul beliau dan mengundang Jam’iyyah ISHARI se- Jawa Timur diceritakan pula bahwa beliau dalam mengarang Syair dan Lagu Sholawat beliau bertafakkur dan berwasilah di Makam Al Habib Alwi AssegafKebon Agung Pasuruan dan dengan seizin Alloh serta berkah dari Karomah Dua Ulama ini, diceritakan bahwaAl Imam Al Habib Alwi AssegafDatang dan membimbing beliau bacaan serta Syair Sholawat yang dalam Anggota ISHARI dikenal dengan istilah Muroddah atau Jawaban.
Dan seiring bertambahnya tahun keberadaan jam’iyyah ini semakin banyak pengikutnya dan hampir merata diseluruh Jawa Timur bahkan sampai ke daerah Jawa tengah dan sebagian daerah propinsi Kalimantan.
Sumber www.ahamid.blogspot.com